Senin, 24 Februari 2014


Kelompok 6 (AWK)
1.      Abdul Hamid                          NIM A1B110201
2.      M. Fathurahman                      NIM A1B110254
3.      Mia Aldina Maulana               NIM A1B110225
4.      Noprika Selviana                     NIM A1B110043
5.      Ragita Rahmaniyah                 NIM A1B111212
6.      Maya Puspitasari                     NIM A1B111203
7.      Dedy Herwin Rendy              NIM A1B110037

TUGAS:
Carilah sebuah contoh yang didalamnya terdapat lima jenis wacana.

JAWABAN:

  • Minggu, 23 Februari 2014 19:09
  • Oleh:  Febri S.
Palembang, Sayangi.com - Di kantor Polresta Palembang, seorang ibu bernama Erma yang didampingi pengacaranya, Salim Gunawan, memertanyakan tindak lanjut kasus penusukan mata kiri anaknya (4) sehingga sehingga buta sebelah oleh oknum bidan (Y), tetangga satu komplek dengannya. Peristiwa itu terjadi pada 19 Oktober 2013 di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang dan langsung dilaporkan ke Polresta Palembang.

"Saya datang ke sini menanyakan kasus penusukan mata anak saya hingga buta sebelah. Sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya," kata Erma, pedagang jilbab di Pasar 16 Ilir Palembang ini (23/2).

Menurut Erma, peristiwa itu terjadi dipicu, oleh Martin (11), anak keduanya,  yang memakan dua bungkus roti dan satu bungkus mie instan di rumah temannya, yakni anak Yulianti. Pelaku yang sebenarnya tetangga satu komplek ini tak terima dengan perbuatan Martin dan mendatangi rumah Ermawati.

Lalu mereka bertengkar dan Yulianti emosi mengambil sapu yang berada di rumah Ermawati, lalu berusaha memukul Erma. Karena Erma melawan, Yulianti langsung menjambak rambut Erma hingga hingga tak berkutik.

"Melihat peristiwa itu, anakku Kinanti Ayu Septiani yang berumur empat tahun yang ketika itu sedang berdiri di belakang pelaku spontan langsung mendekatiku seperti ingin membelaku. Ketika itulah   Yulianti menusukkan gagang sapu ke mata kirinya, kontan anakku menangis keras, dan matanya berdarah. Aku dorong Yuli sekuat tenaga hingga lepas," kata ibu tiga anak ini.

Setelah itu, Erma langsung membawa anaknya yang menjerit kesakitan sambil memegang matanya itu ke rumah sakit bersama tetangganya yang mengetahui kejadian tersebut.

"Menurut dokter, kornea mata anak aku robek dan harus dioperasi. Namun mata sebelah kirinya itu tidak bisa melihat lagi," kata Erma .

Sementara itu, kuasa hukum Erma, Salim Gunawan, menjelaskan, bahwa dia meminta kasus tersebut segera ditindak lanjuti oleh pihak polresta Palembang. (VAL)

Analisis Lima Wacana
1.      Wacana Narasi
Dari artikel di atas, wacana narasi terdapat pada kutipan berikut.

"Melihat peristiwa itu, anakku Kinanti Ayu Septiani yang berumur empat tahun yang ketika itu sedang berdiri di belakang pelaku spontan langsung mendekatiku seperti ingin membelaku. Ketika itulah Yulianti menusukkan gagang sapu ke mata kirinya, kontan anakku menangis keras, dan matanya berdarah. Aku dorong Yuli sekuat tenaga hingga lepas," kata ibu tiga anak ini.

Penjelasan:
Kutipan di atas termasuk wacana narasi karena dilihat dari kalimatnya dan ditinjau dari ciri-ciri wacana narasi, yaitu menceritakan atau mengisahkan sesuatu peristiwa secara runtut. Pada kutipan di atas menceritakan kejadian seorang anak yang berumur empat tahun yang mendekati ibunya ketika sedang bertengkar dengan tetangganya. Si anak berdiri di belakang pelaku atau tetangga tersebut yang sedang memegang sapu, kemudian tetangga yang bernama Yuli itu tiba-tiba menusukkan gagang sapu ke  mata kiri anak tersebut.

2.      Wacana Deskripsi
Dari artikel di atas, wacana deskripsi terdapat pada kutipan berikut.

Setelah itu, Erma langsung membawa anaknya yang menjerit kesakitan sambil memegang matanya itu ke rumah sakit bersama tetangganya yang mengetahui kejadian tersebut.

Penjelasan:
Kutipan di atas termasuk wacana deskripsi dilihat dari kalimatnya dan sesuai pengertian dari wacana deskripsi, yaitu wacana yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci. Wacana deskripsi bertujuan melukiskan atau memberikan gambaran terhadap sesuatu dengan sejelas-jelasnya sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, membaca atau merasakan hal yang dideskripsikan. Oleh sebab itu deskripsi yang baik adalah deskripsi yang dilengkapi dengan hal-hal yang dapat merangsang panca indra.
Ungkapan “menjerit kesakitan” dalam kutipan artikel di atas membuat pembaca seolah-olah dapat merasakan hal yang dialami oleh si anak atau korban dan seolah-olah mendengar jeritan anak tersebut.

3.      Wacana Argumentasi
Dari artikel di atas, wacana argumentasi terdapat pada kutipan berikut.

"Menurut dokter, kornea mata anak aku robek dan harus dioperasi. Namun mata sebelah kirinya itu tidak bisa melihat lagi," kata Erma .

Penjelasan:
Kutipan di atas termasuk wacana argumentasi dilihat dari kalimatnya dan sesuai pengertian dari wacana agumentasi, yaitu wacana yang bertujuan mempengaruhi pembaca agar dapat menerima ide, pendapat, atau pernyataan yang dikemukakan penulisnya. Untuk memperkuat ide atau pendapatnya, penulis wacana argumentasi menyertakan data-data pendukung. Tujuannya, pembaca menjadi yakin atas kebenaran yang disampaikan penulis.
Kutipan di atas menunjukkan dan menguatkan artikel yang memberitakan bahwa benar adanya seorang anak yang mengalami penusukan pada matanya. Hal tersebut didukung oleh pernyataan seorang dokter yang tentunya seorang ahli dalam bidang kesehatan dan pengobatan. Dokter tersebut menyatakan kornea mata anak yang mengalami penusukan tersebut robek dan harus dioperasi.

4.      Wacana Eksposisi
Dari artikel di atas, wacana eksposisi terdapat pada kutipan berikut.

Menurut Erma, peristiwa itu terjadi dipicu, oleh Martin (11), anak keduanya,  yang memakan dua bungkus roti dan satu bungkus mie instan di rumah temannya, yakni anak Yulianti. Pelaku yang sebenarnya tetangga satu komplek ini tak terima dengan perbuatan Martin dan mendatangi rumah Ermawati.

Penjelasan:
Kutipan di atas termasuk wacana eksposisi dilihat dari kalimatnya dan sesuai pengertian poin penting dari wacana eksposisi, yaitu memaparkan suatu kondisi yang benar-benar terjadi, ada, dan dapat bersifat historis tentang bagaimana suatu alat bekerja, bagaimana suatu peristiwa terjadi, dan sebagainya.
Kutipan di atas memaparkan bagaimana peristiwa itu bisa terjadi. Tersangka (Yuli/oknum bidan) yang marah kepada Erma (Ibu korban) karena anak Erma memakan semua makanan milik anaknya. Lalu, terjadilah pertengkaran antar Ibu yang berujung dengan penusukan oleh tersangka.

5.      Wacana Persuasi
Dari artikel di atas, wacana persuasi terdapat pada kutipan berikut.

Sementara itu, kuasa hukum Erma, Salim Gunawan, menjelaskan, bahwa dia meminta kasus tersebut segera ditindak lanjuti oleh pihak polresta Palembang.

Penjelasan:
Kutipan di atas termasuk wacana persuasi dilihat dari kalimatnya, yang sesuai pengertiannya berisi imbauan atau ajakan kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. Kutipan pada artikel di atas berisi imbauan agar kasus penusukan tersebut segera ditidaklanjuti oleh pihak yang berwajib.

http://www.sayangi.com/daerah1/read/18619/seorang-anak-4-th-alami-buta-sebelah-diduga-ditusuk-oknum-bidan