Kelompok 6 (AWK)
1. Abdul
Hamid NIM
A1B110201
2. M.
Fathurahman NIM
A1B110254
3. Mia
Aldina Maulana NIM A1B110225
4. Noprika
Selviana NIM A1B110043
5. Ragita
Rahmaniyah NIM A1B111212
6. Maya
Puspitasari NIM
A1B111203
7. Dedy
Herwin Rendy NIM A1B110037
TUGAS:
Carilah
sebuah contoh yang didalamnya terdapat lima jenis wacana.
JAWABAN:
- Minggu, 23 Februari 2014 19:09
- Oleh: Febri S.
Palembang, Sayangi.com - Di kantor Polresta Palembang, seorang ibu bernama Erma
yang didampingi pengacaranya, Salim Gunawan, memertanyakan tindak lanjut
kasus penusukan mata kiri anaknya (4) sehingga sehingga buta sebelah oleh oknum
bidan (Y), tetangga satu komplek dengannya. Peristiwa itu terjadi pada 19
Oktober 2013 di Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Palembang dan langsung
dilaporkan ke Polresta Palembang.
"Saya datang ke sini menanyakan kasus penusukan mata anak saya hingga buta sebelah. Sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya," kata Erma, pedagang jilbab di Pasar 16 Ilir Palembang ini (23/2).
Menurut Erma, peristiwa itu terjadi dipicu, oleh Martin (11), anak keduanya, yang memakan dua bungkus roti dan satu bungkus mie instan di rumah temannya, yakni anak Yulianti. Pelaku yang sebenarnya tetangga satu komplek ini tak terima dengan perbuatan Martin dan mendatangi rumah Ermawati.
Lalu mereka bertengkar dan Yulianti emosi mengambil sapu yang berada di rumah Ermawati, lalu berusaha memukul Erma. Karena Erma melawan, Yulianti langsung menjambak rambut Erma hingga hingga tak berkutik.
"Melihat peristiwa itu, anakku Kinanti Ayu Septiani yang berumur empat tahun yang ketika itu sedang berdiri di belakang pelaku spontan langsung mendekatiku seperti ingin membelaku. Ketika itulah Yulianti menusukkan gagang sapu ke mata kirinya, kontan anakku menangis keras, dan matanya berdarah. Aku dorong Yuli sekuat tenaga hingga lepas," kata ibu tiga anak ini.
Setelah itu, Erma langsung membawa anaknya yang menjerit kesakitan sambil memegang matanya itu ke rumah sakit bersama tetangganya yang mengetahui kejadian tersebut.
"Menurut dokter, kornea mata anak aku robek dan harus dioperasi. Namun mata sebelah kirinya itu tidak bisa melihat lagi," kata Erma .
Sementara itu, kuasa hukum Erma, Salim Gunawan, menjelaskan, bahwa dia meminta kasus tersebut segera ditindak lanjuti oleh pihak polresta Palembang. (VAL)
"Saya datang ke sini menanyakan kasus penusukan mata anak saya hingga buta sebelah. Sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya," kata Erma, pedagang jilbab di Pasar 16 Ilir Palembang ini (23/2).
Menurut Erma, peristiwa itu terjadi dipicu, oleh Martin (11), anak keduanya, yang memakan dua bungkus roti dan satu bungkus mie instan di rumah temannya, yakni anak Yulianti. Pelaku yang sebenarnya tetangga satu komplek ini tak terima dengan perbuatan Martin dan mendatangi rumah Ermawati.
Lalu mereka bertengkar dan Yulianti emosi mengambil sapu yang berada di rumah Ermawati, lalu berusaha memukul Erma. Karena Erma melawan, Yulianti langsung menjambak rambut Erma hingga hingga tak berkutik.
"Melihat peristiwa itu, anakku Kinanti Ayu Septiani yang berumur empat tahun yang ketika itu sedang berdiri di belakang pelaku spontan langsung mendekatiku seperti ingin membelaku. Ketika itulah Yulianti menusukkan gagang sapu ke mata kirinya, kontan anakku menangis keras, dan matanya berdarah. Aku dorong Yuli sekuat tenaga hingga lepas," kata ibu tiga anak ini.
Setelah itu, Erma langsung membawa anaknya yang menjerit kesakitan sambil memegang matanya itu ke rumah sakit bersama tetangganya yang mengetahui kejadian tersebut.
"Menurut dokter, kornea mata anak aku robek dan harus dioperasi. Namun mata sebelah kirinya itu tidak bisa melihat lagi," kata Erma .
Sementara itu, kuasa hukum Erma, Salim Gunawan, menjelaskan, bahwa dia meminta kasus tersebut segera ditindak lanjuti oleh pihak polresta Palembang. (VAL)
Analisis Lima Wacana
1. Wacana
Narasi
Dari
artikel di atas, wacana narasi terdapat pada kutipan berikut.
"Melihat
peristiwa itu, anakku Kinanti Ayu Septiani yang berumur empat tahun yang ketika
itu sedang berdiri di belakang pelaku spontan langsung mendekatiku seperti ingin
membelaku. Ketika itulah Yulianti menusukkan gagang sapu ke mata kirinya,
kontan anakku menangis keras, dan matanya berdarah. Aku dorong Yuli sekuat
tenaga hingga lepas," kata ibu tiga anak ini.
Penjelasan:
Kutipan di atas
termasuk wacana narasi karena dilihat dari kalimatnya dan ditinjau dari
ciri-ciri wacana narasi, yaitu menceritakan atau mengisahkan sesuatu
peristiwa secara runtut. Pada kutipan di atas menceritakan kejadian seorang
anak yang berumur empat tahun yang mendekati ibunya ketika sedang bertengkar
dengan tetangganya. Si anak berdiri di belakang pelaku atau tetangga tersebut yang
sedang memegang sapu, kemudian tetangga yang bernama Yuli itu tiba-tiba
menusukkan gagang sapu ke mata kiri anak
tersebut.
2. Wacana
Deskripsi
Dari
artikel di atas, wacana deskripsi terdapat pada kutipan berikut.
Setelah
itu, Erma langsung membawa anaknya yang menjerit kesakitan sambil memegang
matanya itu ke rumah sakit bersama tetangganya yang mengetahui kejadian
tersebut.
Penjelasan:
Kutipan di atas
termasuk wacana deskripsi dilihat dari kalimatnya dan sesuai pengertian dari
wacana deskripsi, yaitu wacana yang menggambarkan sesuatu
dengan jelas dan terperinci. Wacana deskripsi bertujuan melukiskan atau
memberikan gambaran terhadap sesuatu dengan sejelas-jelasnya sehingga pembaca
seolah-olah dapat melihat, mendengar, membaca atau merasakan hal yang
dideskripsikan. Oleh sebab itu deskripsi yang baik adalah deskripsi yang dilengkapi
dengan hal-hal yang dapat merangsang panca indra.
Ungkapan “menjerit kesakitan” dalam kutipan artikel di atas membuat pembaca
seolah-olah dapat merasakan hal yang dialami oleh si anak atau korban dan
seolah-olah mendengar jeritan anak tersebut.
3. Wacana
Argumentasi
Dari
artikel di atas, wacana argumentasi terdapat pada kutipan berikut.
"Menurut dokter, kornea mata
anak aku robek dan harus dioperasi. Namun mata sebelah kirinya itu tidak bisa
melihat lagi," kata Erma .
Penjelasan:
Kutipan di atas
termasuk wacana argumentasi dilihat dari kalimatnya dan sesuai pengertian dari
wacana agumentasi, yaitu wacana
yang bertujuan mempengaruhi pembaca agar dapat menerima ide, pendapat, atau
pernyataan yang dikemukakan penulisnya. Untuk memperkuat ide atau pendapatnya,
penulis wacana argumentasi menyertakan data-data pendukung. Tujuannya, pembaca
menjadi yakin atas kebenaran yang disampaikan penulis.
Kutipan di atas menunjukkan dan menguatkan artikel yang
memberitakan bahwa benar adanya seorang anak yang mengalami penusukan pada
matanya. Hal tersebut didukung oleh pernyataan seorang dokter yang tentunya
seorang ahli dalam bidang kesehatan dan pengobatan. Dokter tersebut menyatakan
kornea mata anak yang mengalami penusukan tersebut robek dan harus dioperasi.
4. Wacana
Eksposisi
Dari
artikel di atas, wacana eksposisi terdapat pada kutipan berikut.
Menurut Erma, peristiwa itu terjadi dipicu, oleh Martin (11), anak keduanya, yang memakan dua bungkus roti dan satu bungkus mie instan di rumah temannya, yakni anak Yulianti. Pelaku yang sebenarnya tetangga satu komplek ini tak terima dengan perbuatan Martin dan mendatangi rumah Ermawati.
Penjelasan:
Kutipan di atas
termasuk wacana eksposisi dilihat dari kalimatnya dan sesuai pengertian poin
penting dari wacana eksposisi, yaitu memaparkan suatu
kondisi yang benar-benar terjadi, ada, dan dapat bersifat historis tentang
bagaimana suatu alat bekerja, bagaimana suatu peristiwa terjadi, dan sebagainya.
Kutipan di atas
memaparkan bagaimana peristiwa itu bisa terjadi. Tersangka (Yuli/oknum bidan)
yang marah kepada Erma (Ibu korban) karena anak Erma memakan semua makanan
milik anaknya. Lalu, terjadilah pertengkaran antar Ibu yang berujung dengan
penusukan oleh tersangka.
5. Wacana
Persuasi
Dari
artikel di atas, wacana persuasi terdapat pada kutipan berikut.
Sementara itu, kuasa hukum Erma, Salim Gunawan, menjelaskan, bahwa dia meminta kasus tersebut segera ditindak lanjuti oleh pihak polresta Palembang.
Penjelasan:
Kutipan di atas
termasuk wacana persuasi dilihat dari kalimatnya, yang sesuai pengertiannya berisi
imbauan atau ajakan kepada orang lain untuk melakukan sesuatu. Kutipan pada
artikel di atas berisi imbauan agar kasus penusukan tersebut segera
ditidaklanjuti oleh pihak yang berwajib.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar