Senin, 03 Maret 2014



Kelompok 6 (AWK)
1.      Abdul Hamid                         NIM A1B110201
2.      M. Fathurahman                   NIM A1B110254
3.      Mia Aldina Maulana             NIM A1B110225
4.      Noprika Selviana                   NIM A1B110043
5.      Ragita Rahmaniyah              NIM A1B111212
6.      Maya Puspitasari                  NIM A1B111203
7.      Dedy Herwin Rendy             NIM A1B110037

TUGAS (Model-model Struktur Wacana)
Carilah tiga buah iklan dan analisislah:
-          struktur percakapan dalam iklan, berupa inisiasi, respon, dan feedback;
-          struktur wacana pada iklan, berupa butir utama, badan iklan, dan penutup.

JAWABAN:
1.      Iklan I: Pepsodent Sensitive Expert
Laki-laki 1: (melihat laki-laki 2 akan minum air dingin) “Gigimu kan sensitive?”
Laki-laki 2: “Tapi dengan pasta gigi sensitive ngilunya hilang.”
Laki-laki 1: “Tapi akar masalahnya belum hilang.”
Narator       : “Pepsodent Sensitive Expert tak hanya redakan ngilu dalam 30 detik tapi atasi akar masalahnya, membantu memperbaiki email, menjaga gusi kuat.”
Laki-laki 1: “Ngilu hilang.”
Laki-laki 2: “Gigi sensitive nggak deh”
Narator      : “Pepsodent Sensitive Expert”
·         Analisis Struktur Percakapan pada Iklan “Pepsodent Sensitive Expert”, terdapat pada kutipan berikut.
a.       Inisiasi       : Laki-laki 1: (melihat laki-laki 2 akan minum air dingin) “Gigimu kan sensitive?”
b.      Respon       : Laki-laki 2: “Tapi dengan pasta gigi sensitive ngilunya hilang.”
c.       Feedback    : Laki-laki 1: “Tapi akar masalahnya belum hilang.”

·         Analisis Struktur Wacana pada Iklan “Pepsodent Sensitive Expert”
a.       Butir Utama Iklan
Butir utama iklan berfungsi untuk menarik perhatian dari calon konsumen. Pada iklan di atas, butir utama terdapat pada kutipan percakapan berikut.

 “Tapi dengan pasta gigi sensitive ngilunya hilang”.

Ungkapan yang bercetak tebal, yaitu pasta gigi sensitive merupakan butir utama iklan tersebut. Iklan tersebut menyarankan kepada konsumen pasta gigi yang mengalami gigi sensitive memakai pasta gigi yang khusus bagi penderita gigi  sensitive agar rasa ngilu menghilang.
b.      Badan Iklan
Badan iklan bertujuan untuk menarik minat dan kesadaran calon konsumen, baik secara objektif atau rasional dan subjektif (emosional). Pada iklan di atas, badan iklan terdapat pada kutipan percakapan berikut.
Pepsodent Sensitive Expert tak hanya redakan ngilu dalam 30 detik tapi atasi akar masalahnya, membantu memperbaiki email, menjaga gusi kuat.

Pada iklan di atas, alasan yang digunakan bersifat rasional (objektif), hal tersebut dikemukakan oleh narator iklan. Iklan tersebut menyatakan bahwa penggunaan pasta gigi Pepsodent Sensitive Expert pada penderita gigi sensitive tidak sekedar meredakan ngilu, tetapi juga memperbaiki email gigi, dan menjaga gusi. Hal tersebut sudah terbukti karena sudah diteliti oleh para peneliti ahli gigi.
c.       Penutup
Pada penutup, wacana iklan dapat berisi informasi-informasi yang masih berhubungan dengan topik yang dilakukan. Bagian penutup pada iklan di atas terdapat pada kutipan berikut.

“Gigi sensitive nggak deh.”

Bagian penutup pada iklan tersebut bersifat lunak, menegaskan bahwa dengan menggunakan Pepsodent Sensitive Expert pada penderita gigi sensitive tidak akan pernah mengalami rasa ngilu lagi dan tentunya tidak perlu lagi takut untuk minum minuman dingin.
2.      Iklan II: One Push Vape
Perempuan 1: (menyemprot obat nyamuk) “Uhuk uhuk uhuk.”
Perempuan 2: “Loh masih repot nyemprot, pakai One Push Vape dong.”
Perempuan 3: “Sekali semprot aja nyamuknya langsung hilang.”
Perempuan 1: “Sekali?”
Perempuan 4: “Iya… Tahan lama sampai pagi.”
Perempuan 5: “Jadi, tengah malam gak perlu nyemprot lagi.”
Perempuan 6: “Tidur jadi nyenyak.”
Perempuan 2: “Pakai One Push Vape, butiran aerosolnya berepavorasi dan menguap, mematikan nyamuk di dalam ruangan serta nyaman untuk seluruh keluarga. Ganti dong… One Push Vape. Semprot satu detik bebas nyamuk 10 jam.”
Narator      : “Fumakilla”
·         Analisis Struktur Percakapan pada Iklan
a.       Inisiasi        : Perempuan 3: “Sekali semprot aja nyamuknya langsung hilang.”
b.      Respon      : Perempuan 1: “Sekali?”
c.       Feedback   : Perempuan 4: “Iya… Tahan lama sampai pagi.”

·         Analisis Struktur Wacana pada Iklan
a.       Butir Utama Iklan
Pada iklan di atas, butir utama terdapat pada kutipan percakapan berikut.

“Loh masih repot nyemprot, pakai One Push Vape dong.”

Kalimat di atas merupakan butir utama pada iklan “One Push Vape”. Kalimat tersebut menyampaikan pesan kepada konsumen yang menggunakan obat nyamuk semprot agar beralih ke produk One Push Vape karena penggunaannya yang tidak merepotkan. Cara penggunaan yang sekali semprot inilah yang tentunya menarik perhatian konsumen.
b.      Badan Iklan
Pada iklan di atas, badan iklan terdapat pada kutipan percakapan berikut.
Perempuan 4: “Iya… Tahan lama sampai pagi.”
Perempuan 5: “Jadi, tengah malam gak perlu nyemprot lagi.”
Perempuan 6: “Tidur jadi nyenyak.

Ketiga kalimat percakapan di atas merupakan badan iklan “One Push Vape”. Dalam iklan ini, alasan yang digunakan bersifat objektif (rasional) karena sudah dipakai oleh beberapa konsumen dalam iklan tersebut. Iklan ini menyatakan bahwa penggunaan obat nyamuk One Push Vape membuat penggunanya lebih nyaman dan nyenyak tidur karena efek obat nyamuk ini tahan lama. Jadi, tidak perlu bolak-balik untuk menyemprot, cukup sekali saja.
c.       Penutup
Bagian penutup pada iklan di atas terdapat pada kutipan berikut.

Ganti dong… One Push Vape. Semprot satu detik bebas nyamuk 10 jam.”

Bagian penutup pada iklan tersebut bersifat keras. Dilihat dari penggunaan ungkapan “Ganti dong…” yang memberikan maksud,  yaitu menyuruh para konsumen obat nyamuk semprot agar segera mengganti ke One Push Vape.

3.      Iklan III: Mie Sedaap Cup
Raditya Dika                      : “Dulu hidup gue basi banget! Kalo kata kucing gue….”
Kucing (Morganisa)            : “Kudet kudet.”
Raditya Dika                      : “Tapi sekarang gue Cupdate. Makan Mie Sedaap cup baru. Pertama kali nih, mie cup dengan rasa yang up to date. Cupdate itu mie cup yang isinya banyak, ada bal-balnya… hmm… pengen gue pacarin. Rasanya, sensasinya, up to date… pecah enaknya…. Ini baru mie cup berkualitas, rasanya berkelas.
So, update rasa loe. Coba mie sedaap cup. Baru.”
Narator                              : “Dari Wingsfood.”

·         Analisis Struktur Percakapan pada Iklan
a.       Inisiasi      : Raditya Dika: “Dulu hidup gue basi banget! Kalo kata kucing gue….”
b.      Respon     : Kucing (Morganisa): “Kudet kudet.”
c.       Feedback : Raditya Dika: “Tapi sekarang gue Cupdate. Makan Mie Sedaap cup baru.

·         Analisis Struktur Wacana pada Iklan
a.       Butir Utama Iklan
Pada iklan di atas, butir utama terdapat pada kutipan percakapan berikut.

Raditya Dika           : “Dulu hidup gue basi banget! Kalo kata kucing gue….”
Kucing (Morganisa)  : “Kudet kudet.”
Raditya Dika           : “Tapi sekarang gue Cupdate. Makan Mie Sedaap cup baru.

Kalimat bercetak tebal di atas merupakan butir utama pada iklan “Mie Sedaap Cup”. Kalimat tersebut menyampaikan pesan kepada konsumen bahwa jika sedang mengalami kebosanan, maka makan saja Mie Sedaap Cup.
b.      Badan Iklan
Pada iklan di atas, badan iklan terdapat pada kutipan percakapan berikut.
Raditya Dika           : “Tapi sekarang gue Cupdate. Makan Mie Sedaap cup baru.
Pertama kali nih, mie cup dengan rasa yang up to date. Cupdate itu mie cup yang isinya banyak, ada bal-balnya… hmm… pengen gue pacarin. Rasanya, sensasinya, up to date pecah enaknya…. Ini baru mie cup berkualitas, rasanya berkelas. So, update rasa loe.
Coba mie sedaap cup. Baru.”

Kalimat yang bercetak tebal di atas merupakan badan iklan “Mie Sedaap Cup”. Dalam iklan ini, alasan yang digunakan bersifat  subjektif (emosional) . Iklan ini menyatakan pendapat Raditya Dika mengenai Mie Sedaap Cup yang menurutnya berkualitas dan berkelas. Sebagai seorang tokoh masyarakat yang cukup terkenal, Raditya Dika memiliki pengaruh besar untuk dapat mempengaruhi pendengarnya.
c.       Penutup
Bagian penutup pada iklan di atas terdapat pada kutipan berikut.

Raditya Dika     : “Tapi sekarang gue Cupdate. Makan Mie Sedaap cup baru.Pertama kali nih, mie cup dengan rasa yang up to date. Cupdate itu mie cup yang isinya banyak, ada bal-balnya… hmm… pengen gue pacarin. Rasanya, sensasinya, up to date pecah enaknya…. Ini baru mie cup berkualitas, rasanya berkelas. So, update rasa loe. Coba mie sedaap cup. Baru.”

Bagian penutup pada iklan tersebut bersifat keras. Dilihat dari kalimat yang bercetak tebal menyuruh kepada konsumen untuk mencoba Mie Sedaap yang terbaru yaitu Mie Sedaap Cup. Seolah-olah menyatakan jika ingin menjadi orang yang tidak ketinggalan zaman, maka makanlah Mie Sedaap Cup.

·        Sumber Iklan: youtube.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar