Senin, 21 April 2014

HASIL DISKUSI AWK

Berikut ini merupakan hasil dari diskusi mengenai Analisis Wacana Kritis (AWK) berupa pertanyaan dan jawaban pada 16 April 2014.

1. Mustahib (Kelompok 9)
 “Analisis wacana dalam studi linguistik ini merupakan reaksi dari bentuk linguistik formal yang lebih memperhatikan pada unit kata, frasa, atau kalimat semata tanpa melihat keterkaitan di antara unsur tersebut. Analisis wacana, kebalikan dari linguistik formal, justru memusatkan perhatian pada level di atas kalimat seperti hubungan gramatikal yang terbentuk pada level yang lebih besar dari kalimat”. Berikan penjelasan mengenai “bentuk reaksi” pada pernyataan di atas.

Jawaban:
Penjelasan dari pernyataan di atas, bisa dikatakan bahwa adanya ilmu analisis wacana ini dikarenakan oleh lingustik formal yang hanya melihat bahasa dari segi kata, frasa, atau kalimatnya saja.  Maka, untuk memahami sebuah wacana secara mendalam diperlukan analisis wacana yang level analisisnya lebih tinggi dan dalam dibandingkan linguistik formal karena dengan analisis ini kita bisa mengetahui hubungan gramatikal (seperti makna tersirat) pada suatu teks. Oleh karena itulah, analisis wacana merupakan bentuk reaksi dari linguistic formal.

2. Nurul Aulia (Kelompok 2)
Jelaskan perbedaan ketiga paradigma analisis wacana dalam melihat bahasa menurut Mohammad A. S. Hikam.

Jawaban:
a. Pandangan Kaum Positivisme-Empiris
Dalam pandangan ini, analisis wacana dimaksudkan untuk menggambarkan tata aturan kalimat, bahasa, dan pengertian bersama. Wacan diukur dengan pertimbangan kebenaran atau ketidakbenaran (menurut sintaksis dan semantik).
b. Pandangan kaum Konstruktivisme
Dalam pandangan ini, analisis wacana dimkasudkan sebagai suatu analisis untuk membongkar maksu-maksud dan makna-makna tertentu. Wacana adalah suatu upaya pengungkapan maksud tersembunyi dari subjek yang mengemukakan suatu pernyataan.
c. Pandangan Kritis
Analisis wacana dalam kategori ini disebut juga sebagai analisis wacana kritis (Critical Discourse Analysis). Analisis wacana dalam paradigma ini menekankan pada konstelasi kekuatan yang terjadi pada proses produksi dan reproduksi makna. Dalam pandangan ini, analisis wacana dipakai untuk membongkar kuasa yang ada dalam setiap proses bahasa, perspektif yang harus dipakai, topik apa yang dibicarakan.

3. Sri Maya (Kelompok 7)
Jelaskan dan beri contoh mengenai pendekatan dalam analisis wacana kritis.

Jawaban:
a. Analisis Bahasa Kritis (Critical Linguistics)
Inti dari gagasan Critical Linguistics adalah melihat bagaimana gramatika bahasa membawa posisi dan makna ideologi tertentu. Aspek ideologi itu diamati dengan melihat pilihan bahasa dan struktur tata bahasa yang dipakai. Bahasa, baik kata maupun struktur gramatika dipahami sebagai pilihan, mana yang dipilih seseorang untuk diungkapkan membawa makna ideologi tertentu. Contoh: “kebersihan sebagian dari iman”, dalam wacana tersebut terdapat sebuah ideologi atau paham keagaamaan.
b. Analisis Wacana Pendekatan Prancis (French Discourse Analysis)
Dalam pandangan ini, kata yang digunakan dan makna dari kata-kata menunjukkan posisi seseorang dalam kelas tertentu. Bahasa adalah medan pertarungan melalui berbagai kelompok dan kelas sosial yang berusaha menanamkan keyakinan dan pemahamannya. Contoh: dialog antar mahasiswa dan dosen, tentunya mahasiswa akan memilih bahasa yang lebih sopan dalam berbicara dengan dosen, misalnya menggunakan kata “saya” bukan “aku”. Hal itu terjadi karena adanya kelas sosial karena dosen memiliki jabatan yang lebih tinggi dibanding mahasiswa.
c. Pendekatan Kognisi Sosial (Socio Cognitive Approach)
Pendekatan ini melihat faktor kognisi sebagai elemen penting dalam produksi wacana.  Wacana dilihat bukan hanya dari struktur wacana, tetapi juga menyertakan bagaimana wacana itu diproduksi. Proses produksi wacana itu menyertakan suatu proses yang disebut sebagai kognisi sosial. Kognisi sosial merupakan tata cara kita menginterpretasi, menganalisa, mengingat, menggunakan informasi tentang dunia sosial atau bermasyarakat. Contoh: salah satu ciri orang Batak adalah nada bicara mereka yang tegas bahkan terkadang bagi sebagian orang agak kasar. Mengingat hal tersebut, produksi wacana ketika Anda berbicara pada orang Batak  tentunya akan berubah, menyesuaikan dengan kognisi sosial yang ada.
d. Pendekatan Perubahan Sosial (Sociocultural Change Approach)
Wacana di sisni dipandang sebagai praktik sosial karena dengan memandang wacana sebagai praktik sosial, ada hubungan dialektis antara praktik diskursif tersebut engan identitas dan relasi sosial. Wacana juga melekat dalam situasi, institusi, dan kelas sosial tertentu. Contoh: pemakaian kata perempuan dan wanita. Dulu kata “perempuan” yang dipakai, tetapi kini karena adanya perubahan yang terjadi dalam masyarakat, maka beralih ke kata “wanita”.
e. Pendekatan Wacana Sejarah (Discourse Historical Approaches)
Analisis wacana harus menyertakan konteks sejarah bagaimana wacana tentang suatu kelompok atau komunitas digambarkan. Contoh: penggambaran yang buruk atau rasis tentang suatu kelompok, menurutnya terbangun lewat proses sejarah yang panjang. Penggambaran tersebut harus dibongkar dengan melakukan tinjauan sejarah karena prasangka atau penggambaran itu adalah peninggalan atau warisan lama yang panjang.


4. Harmah (Kelompok 3)
Dari AWK, apa saja objek penelitian yang bisa dilakukan?

Jawaban:
Banyak penelitian bisa Anda lakukan dalam AWK ini, tergantung sudut pandang apa yang akan Anda gunakan dalam menganalisis objek penelitiannya. Seperti: menganalisis teks berita pada koran, menganalisis iklan di televisi, dan sebagainya. Anda bisa memilih dari salah satu dari lima karakteristik AWK sebagai objek penelitian.

5. Endang Puspita Rini (Kelompok 4)
Bagaimana peran AWK pada teks berita?

Jawaban:
AWK berperan penting dalam menganalisis suatu teks berita. Adanya AWK membantu pendengar atau pembaca berita untuk lebih kritis terhadap hal yang diberitakan, sehingga tidak terhegemoni atau langsung mempercayai hal yang ada pada berita. AWK membuat masyarakat lebih kritis terhadap lingkungannya.

6. Helma Wahdah dan M. Sadri (Kelompok 1)
a. Jelaskan mengenai karakteristik AWK.
b. Apa beda antar analisis wacana dan analisis wacana kritis?

Jawaban:
a. Pertanyaan ini mirip dengan pertanyaan yang telah ditanyakan sebelumnya dari Rizka melalui blog. Oleh karena itu, jawabannya bisa Anda lihat kembali pada blog.
b. Istilah analisis wacana dipakai dalam berbagai disiplin ilmu dan sifatnya umum, sedangkan Analisis Wacana Kritis (AWK) dalam analisisnya terhadap bahasa lebih mendalam dan mengungkap berbagai karakteristik yang ada dalam suatu teks.

7. Eka Cahya Nenggar (Kelompok 8)
Adakah keterkaitan antar kelima karakteristik AWK?

Jawaban:
Tentu ada keterkaitan antar kelima karakteristik AWK. Penjelasannya kita ambil dari wacana rasisme (kekuasaan kulit putih terhadap kulit hitam).
a. Tindakan, dalam wacana rasisme terdapat tindakan dari pihak kulit putih untuk memerintah kulit hitam.
b. Konteks, dalam wacana rasisme tentunya berhubungan dengan kulit putih dan kulit hitam, serta lingkungan sosial yang terjadi.
c. Historis, terbentuknya wacana rasisme ini karena adanya penjajahan orang-orang kulit putih terhadap orang-orang kulit hitam.
d. Kekuasaan, dalam wacana rasisme terdapat kekuasaan atau control yang dilakukan orang-orang kulit putih kepada orang-orang kulit hitam.
e. Ideologi, wacana kekuasaan kulit putih terhadap kulit hitam merupakan rasisme. Rasisme merupakan suatu paham yang membedakan orang putih dan kulit hitam.

8. Rika (Kelompok 5)
Berikan penjelasan dari “Konsep kekuasaan adalah salah satu kunci hubungan antara wacana dengan masyarakat. Seperti kekuasaan kulit putih terhadap kulit hitam dalam wacana rasisme,” yang telah disajikan kelompok  pada materi AWK.

Jawaban:
Maksud dari pernyataan di atas adalah dalam wacana rasisme terdapat sebuah kekuasaan, yaitu kekuasaan kulit putih terhadap kulit hitam. Rasisme ini merupakan sebuah penjajahan yang dilakukan oleh kulit putih terhadap kulit hitam. Kulit hitam dianggap sebagai budak dan kulit putih dianggap sebagai ras tertinggi. Jadi, kunci dari hubungan masyarakat dalam wacana rasisme ini adalah kekuasaan kulit putih terhadap kulit hitam (semacam hubungan antara penguasa dengan budak).

1 komentar:

  1. Casino Game For Sale by Hoyle - Filmfile Europe
    › casino-games › casino-games › casino-games › casino-games Casino Game for goyangfc sale by https://deccasino.com/review/merit-casino/ Hoyle on Filmfile 토토 사이트 Europe. 1xbet korean Free shipping for most countries, no download required. poormansguidetocasinogambling Check the deals we have.

    BalasHapus